Dulu aku
ulat
Duniaku
hanya pohon tempat aku menggeliat
Bagiku hanya
daun lah yang lezat
Lantas kau
datang
Menunjukkan suatu
mimpi tentang cakrawala yang terbentang
Dan kau ajak
aku untuk berpetualang
Tapi,
bagaimana bisa
Aku hanya
seekor ulat
Duniaku
hanya pohon tempat aku menggeliat
Pasti bisa
katamu
Jadilah kau
kupu-kupu
Kau bisa
terbang dengan sayap indahmu
Untuk itu
jadilah kepompong dulu
Metamoforsa
menjadi kepompong bukanlah sesuatu yang mudah
Juga bukan
saat-saat yang indah
Saat-saat di
mana hanya mengenalmu
Saat-saat di
mana rasa tidak berkesempatan berpaling darimu
Hanya kamu
yang menyelimuti rapat semua karsaku
Hingga
saatnya tiba
Aku tlah
menjelma menjadi kupu yang indah
Kepak sayap
lebarku menantang dunia
Dan aku
yakin mampu mencapai batas cakrawala
Tapi mengapa
Kau menahan
aku untuk tak menikmati masa
Bukankah ini
tujuan semuanya
Tapi mengapa
Kau menahan
aku untuk tak menikmati masa
Hanya karena
kau yang tidak berubah
Kau tetap
jadi ulat, seperti saat pertama kumengenalmu
Mengapa
mimpi yang kau tunjukkan padaku
Tak
membuatmu ikut berlalu
Maaf,
kasihku
Aku tidak
bisa lagi menemanimu
Karena aku sudah
jadi kupu
Yang tak
mungkin kembali menjadi ulat sepertimu