Minggu, 20 Mei 2012

KARENA AKU SUDAH JADI KUPU


Dulu aku ulat
Duniaku hanya pohon tempat aku menggeliat
Bagiku hanya daun lah yang lezat

Lantas kau datang
Menunjukkan suatu mimpi tentang cakrawala yang terbentang
Dan kau ajak aku untuk berpetualang

Tapi, bagaimana bisa
Aku hanya seekor ulat
Duniaku hanya pohon tempat aku menggeliat

Pasti bisa katamu
Jadilah kau kupu-kupu
Kau bisa terbang dengan sayap indahmu
Untuk itu jadilah kepompong dulu

Metamoforsa menjadi kepompong bukanlah sesuatu yang mudah
Juga bukan saat-saat yang indah
Saat-saat di mana hanya mengenalmu
Saat-saat di mana rasa tidak berkesempatan berpaling darimu
Hanya kamu yang menyelimuti rapat semua karsaku

Hingga saatnya tiba
Aku tlah menjelma menjadi kupu yang indah
Kepak sayap lebarku menantang dunia
Dan aku yakin mampu mencapai batas cakrawala

Tapi mengapa
Kau menahan aku untuk tak menikmati masa
Bukankah ini tujuan semuanya

Tapi mengapa
Kau menahan aku untuk tak menikmati masa
Hanya karena kau yang tidak berubah

Kau tetap jadi ulat, seperti saat pertama kumengenalmu
Mengapa mimpi yang kau tunjukkan padaku
Tak membuatmu ikut berlalu

Maaf, kasihku
Aku tidak bisa lagi menemanimu
Karena aku sudah jadi kupu
Yang tak mungkin kembali menjadi ulat sepertimu
Madah Cinta Satu Harapan


Wahai….sayang ku!
Adakah engkau mendengar suara ku ini?
Adakah engkau mendengar keluhan hati ku ini?
Adakah englau mendengar jeritan jiwaku ini...?
Sedangkan engkau jauh dari ku…
Jauh dirantauan orang…!
Wahai….manis ku!
Apa yang harus ku katakkan pada mu?
Ketika engkau tiada disisi ku
Seribu kerinduan telah membakar diri ku
Seribu penyesalan telah melanda diri ku
Seribu kenangan menyerang diri ku..!
Tanpa mu Siapalah aku..!
Wahai…sayang ku!
Tahukah engkau…
Betapa diriku ini
Sentiasa gelisah menanti kepulangan mu
Betapa diriku ini
Sentiasa terbayang senyuman manis mu
Betapa hatiku ini
Merasa kekosongan tanpa kehadiran mu
Betapa diriku ini
Merayu mengharap kepulangan mu!
Wahai ….sayang ku!
Maafkan daku…
Wahai…sayang ku!
Kembalilah kepada ku..!
KAU TERCINTA

Masih ingatkah kau?
Saat pertama kita berjumpa?
kau beri senyuman indah yang kau miliki
dan betapa senangnya hatiku saat melihat senyummu itu

Masih ingatkah kau?
Saat aku bercerita padamu tentang
rasa sakit yang pernah kualami
Tentang seseorang yang telah membuatku berhasil untuk meng”enyah”kannya dari pikiranku

Kau dulu, ku kenal sebagai seorang ‘kaka’ yang ku kagumi, kusukai.
Namun mustahil bagiku bila aku bisa menjadi seorang yang penting dihidupmu

Dan tiba saatnya kita berpisah
Aku pun pasrah.
Tak ada yang bisa kulakukan jika
cinta ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Dan sepertinya mimpi ku, semua yang ku anggap mustahil, kini sekarang ada didepan mataku
Betapa bahagianya ketika mengetahui kau mempunyai
rasa yang sama.
Takkan ku biarkan semua ini pergi begitu saja.

Kini kaulah yang tercinta
Kaulah yang saat ini memenuhi semua pikiranku.
Berharap kaulah yang menjadi pendampingku

TUHAN AKU BUTUH MUJIZAT LEBIH


Tuhan, aku butuh mujizat lebih
Dari-Mu
Karena Engkaulah yang memilihkan dia
Dan meletakkanku di persimpangan antara nilai dan cinta
Karena Engkaulah yang bermaksud atas semuanya
Sedang aku tak tahu apa yang ada di baliknya

Dan dia pun berkata
Kita tak akan tahu sampai kita mengerti
Kita tak akan tahu sampai kita pahami
Pasrahkan semua jawaban pada waktu
Karena hanya sang waktu yang punya itu

Tapi Tuhan, sekali lagi aku mohonkan kepada-Mu
Aku butuh mujizat lebih
Dari-Mu
Untuk bisa menautkan cinta yang Kau torehkan pada hati kami
Agar bisa terbingkai dalam kasih yang menyatu
Dan aku sudah tak bisa lagi menyerahkannya hanya pada sang waktu
Karena Kau sendiri pun tahu
Aku sudah tidak punya banyak waktu

Merindukanmu


Sudah lama tak berjumpa…
Rindu
rasa hati ingin berjumpa dengan mu…
Biar pun hati ingin mengatakan benci…
Tapi aku tetap menyayangi mu…

Apa kabar kamu di sana…
Semoga kamu baik-baik saja..
Aku di sini s’lalu merindukan mu…
Apakah kamu di sana juga merindukan aku…

Biar pun kamu jauh di sana…
Aku di sini s’lalu menanti mu..
S’lalu menjaga perasaan
cinta dan sayangku untuk mu…
Ya Allah…
Jaga dan lindungilah dia yang di sana…
Sucikan cintanya dan beningkan rasa sayangnya…
Sesuci cintanya pada-Mu..
Sebening rasa sayangnya untuk-Mu…

Ya Allah…
Janganlah Engkau pisahkan kami…
Satukan dan pertemukan kami kembali seperti dulu…
Seperti Engkau satukan dan pertemukan Adam dan Hawa…

Aamiin….